Kamis, 20 Juni 2013

TUGAS IPS GEOGRAFI VIII PENDUDUK


Migrasi Penduduk
Migrasi merupakan bagian dari mobilitas penduduk. Mobilitas
penduduk adalah perpindahan penduduk dari suatu daerah
ke daerah lain. Mobilitas penduduk ada yang bersifat
nonpermanen (sementara) misalnya turisme baik nasional
maupun internasional, dan ada pula mobilitas penduduk
permanen (menetap). Mobilitas penduduk permanen disebut
migrasi. Migrasi adalah perpindahan penduduk dari suatu
tempat ke tempat lain dengan melewati batas negara atau
batas administrasi dengan tujuan untuk menetap.
1. Jenis-jenis Migrasi
Migrasi dapat terjadi di dalam satu negara maupun
antarnegara. Berdasarkan hal tersebut, migrasi dapat dibagi
atas dua golongan yaitu :
a.
Migrasi Internasional, yaitu perpindahan penduduk dari
suatu negara ke negara lainnya. Migrasi internasional dapat
dibedakan atas tiga macam yaitu :
*
Imigrasi, yaitu masuknya penduduk dari suatu negara ke
negara lain dengan tujuan menetap. Orang yang melakukan
imigrasi disebut imigran
*
Emigrasi, yaitu keluarnya penduduk dari suatu negara ke
negara lain. Orang yang melakukan emigrasi disebut emigran
Remigrasi atau repatriasi, yaitu kembalinya imigran ke negara
asalnya
Kegiatan Migrasi Internasional
b.
*
Migrasi Nasional atau Internal, yaitu perpindahan
penduduk di dalam satu negara. Migrasi nasional /internal
terdiri atas beberapa jenis, yaitu sebagai berikut :
Urbanisasi, yaitu perpindahan dari desa ke kota dengan tujuan
menetap. Terjadinya urbanisasi disebabkan oleh beberapa
faktor antara lain sebagai berikut :
1. Ingin mencari pekerjaan, karena di kota lebih banyak
lapangan kerja dan upahnya tinggi
2. Ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi
3. Ingin mencari pengalaman di kota
4. Ingin lebih banyak mendapatkan hiburan dan sebagainya
Gambar
Sumber : Encarta Reference Library Premium 2006
*
Transmigrasi, yaitu perpindahan penduduk dari pulau yang
padat penduduk ke pulau yang jarang penduduknya di dalam
wilayah republik Indonesia. Transmigrasi pertama kali dilakukan
di Indonesia pada tahun 1905 oleh pemerintah Belanda yang
dikenal dengan nama kolonisasi. Berdasarkan pelaksanaannya,
transmigrasi di Indonesia dapat dibedakan atas :
Transmigrasi Umum, yaitu transmigrasi yang dilaksanakan dan
dibiayai oleh pemerintah
Transmigrasi Khusus, yaitu transmigrasi yang dilaksanakan
degan tujuan tertentu, seperti penduduk yang terkena
bencana alam dan daerah yang terkena pembangunan proyek
Transmigrasi Spontan (swakarsa), yaitu transmigrasi yang
dilakukan oleh seseorang atas kemauan dan biaya sendiri
Transmigrasi Lokal, yaitu transmigrasi dari suatu daerah ke
daerah yang lain dalam propinsi atau pulau yang sama
*
Ruralisasi, yaitu perpindahan penduduk dari kota ke desa
dengan tujuan menetap. Ruralisasi merupakan kebalikan dari
urbanisasi.
Selain jenis migrasi yang disebutkan di atas, terdapat jenis
migrasi yang disebut evakuasi. Evakuasi adalah perpindahan
penduduk yang yang terjadi karena adanya ancaman akibat
bahaya perang, bencana alam dan sebagainya. Evakuasi
dapat bersifat nasional maupun internasional.
2. Faktor-faktor Penyebab Terjadinya Migrasi
Secara umum faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya
migrasi, adalah sebagai berikut :
Faktor ekonomi, yaitu ingin mencari kehidupan yang lebih baik
di tempat yang baru
Faktor keselamatan, yaitu ingin menyelamatkan diri dari
bencana alam seperti tanah longsor, gempa bumi, banjir,
gunung meletus dan bencana alam lainnya
Faktor keamanan, yaitu migrasi yang terjadi akibat adanya
gangguan keamanan seperti peperangan, dan konflik antar
kelompok
Faktor politik, yaitu migrasi yang terjadi oleh adanya
perbedaan politik di antara warga masyarakat seperti RRC
dan Uni Soviet (Rusia) yang berfaham komunis
Faktor agama, yaitu migrasi yang terjadi karena perbedaan
agama, misalnya terjadi antara Pakistan dan India setelah
memperoleh kemerdekaan dari Inggris
Faktor kepentingan pembangunan, yaitu migrasi yang terjadi
karena daerahnya terkena proyek pembangunan seperti
pembangunan bendungan untuk irigasi dan PLTA
Faktor pendidikan, yaitu migrasi yang terjadi karena ingin
melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar